Senin, 14 Juni 2010

cerita humor - beda pengantin baru n yang lama

BEDA PENGANTIN BARU & LAMA
Dua sejoli pengantin baru sedang asyik berbincang
Pria : Memang saat seprti ini yang paling aku tunggu2
Wanita : Apakah Mas rela jika aku pergi meninggalkanmu ?????
Pria : No,Way !!!jangan pernah kau berpikir sebodoh itu.
Wanita : Apakah Mas akan tetap mencintaiku ...dalam kondisi apapun ????.
Pria : tentu saja..!aku akan selalu begitu selamanya..You Know.!!!!
Wanita : Apakah kau akan selingkuh Kangmas???
Pria :Soryyyy...jangan harap aku mau melakukan hal seburuk itu,
Wanita : Maukah kau menciumku Kangmas ????
Pria : Oke lah yauw....
Wanita : Ahhh,,,,Kangmas.
UNTUK OBROLAN PENGANTIN LAMA AGAR DIBACA DARI BAWAH KEATAS.

CERITA HUMOR - syarat nikah lagi :P

Sepasang suami isteri sudah dikaruniai 3 anak momongan oleh Yang Maha Kuasa. Tetapi ketiga anaknya perempuan. Sang suami ingin sekali memiliki anak lelaki agar silsilahnya tidak terputus.
Berbincanglah suami dan isteri tersebut.
Suami : Ibu yang cantik, bapak mau bicara nih !
Isteri : Tumben ngalem (memuji) segala, ada apa to pak ?
Suami : Gini bu, anak kita sudah 3, tapi perempaun semua. Saya pengin banget punya anak laki-laki. Sedang ibu sudah disteril.
Isteri : Oooo... maksud bapak mau kawin lagi ?
Suami : Ya, kalau ibu gak keberatan.
Isteri : Ooo dengan senang hati pak, tapi ada syaratnya.
Suami : Wah, terima kasih bu, apa syaratnya ?
Isteri : Cuma dua hal pak.
Suami : Apa itu bu ?
Isteri : Pertama bapak harus adil.
Suami : Ya, saya akan seadil-adilnya. Terus kedua apa bu ?
Isteri : Yang kedua, langkahi dulu mayatku !
Suami : !@#$^&*<>?

CERITA HUMOR

Di sebuah desa tinggal sepasang kekasih. Sang gadis sedih, sebab setiap kekasihnya datang apel selalu menggunakan sarung, maklum di desa.

Akhirnya gadis itu mengutarakan kesedihannya : "Mas, kalau datang ke rumah, jangan pakai sarung dong....malu kan sama Bapak."

Akhirnya sang kekasih menyanggupi : "Iya, besok Mas mau beli bahan celana."

Sesudah beli bahan celana, pemuda itu ketukang jahit untuk menjahitkan bahan celananya.

Pada hari yang dijanjikan, pemuda itu kembali ke tukang jahit untuk mengambil celananya yang sudah jadi. Masih ada sisa bahan 1/2 meter lagi. Dibawa pulang saja yaaa.

Pemuda itu senang, jadi juga celananya, pikirnya. Dia pulang, dan sore harinya langsung apel ke rumah sang kekasih untuk pamer celana barunya. Dia gunakan celana itu. Tapi karena kebiasaan, dia juga tetap menggunakan sarungnya.

Ditengah perjalanan, sang pemuda sakit perut. Karena tidak tahan, akhirnya dia ke WC umum.

Segera setelah selesai buang hajat,dia buru-buru menggunakan sarungnya dan lupa menggunakan celana barunya.

Ketika tiba di rumah sang kekasih, si gadis berkata : "Lho...Mas, kok masih pake sarung, katanya mau pake celana baru."

Dengan cekatan sipemuda mengangkat sarungnya sambil berkata : "Hhmm...lihat, Mas pake celana baru."

Seketika si gadis menjerit : "Ihhh....panjang amat..."

Dengan tersenyum bangga si pemuda menjawab : "Iya nih.....panjang. Dirumah juga masih ada 1/2 meter lagi......"

Waauuuwwww......!!!!

CERITA HUMOR

Sama-Sama Pelupa

Harto adalah seorang suami yang sering 'Jajan' di komplek lokalisasi. Suatu malam ketika ia selesai kencan dengan isterinya sendiri, Harto langsung menyerahkan uang lima puluh ribu kepada sang isteri dan buru-buru mengenakan celana panjang.

Saat sang isteri pergi ke kamar mandi, Harto baru sadar bahwa kebiasaan itu hanya berlaku untuk seorang pelacur yang melayaninya, bukan untuk sang isteri.

"Celaka ! Pasti isteriku akan tahu kalau aku sering jajan di tempat begituan?!" gumam Harto dengan cemas.

Ia tak punya alasan untuk menarik kembali uangnya itu.

Tapi ketika sang isteri keluar dari kamar mandi, ternyata ia langsung di dekati oleh sang isteri yang berwajah berang.

Sang isteripun membentaknya: "Hei, kurang nich! Biasanya seratus ribu, kenapa kau kasih cuma lima puluh
ribu?!"

Harto : "Biasanya... ?!"

"Oh, hmm, eeh... anu... maksudku..." sang isteripun gugup dan pucat sekali.

CERITA HUMOR

Hubungan Intim Antar Siswa Sekolah

Disebuah sekolah menengah atas di kota X telah terjadi sebuah kejadian dimana seorang siswinya 'kebobolan'. Maklum, anak ABG sekarang emang kreatif untuk yang satu ini.

Karena kasus itu sepuluh siswa yang diduga ikut ber 'sa-lo-meria' diciduk dan dibawa ke ruang BP. Lalu kepala sekolah menginterogasi:

Ka.sek : " murid-muridku sekalian, apa benar kalian pernah berhubungan dekat dengan siswi ini?"

Murid : (serempak menjawab) "Betul paaaak."

Tetapi di tengah serempaknya jawaban siswa-siswa itu ada satu yang lain.

Ka.sek : "Hai, kamu. Semua kawanmu sudah ngaku. Kenapa kamu tidak?? Kamu banci, ya?"

Murid yang satu : "Sumpah pak!! Sumpah mati disamber gledek. saya tidak mempunyai hubungan dekat ama dia (siswi). Kalau hubungan intim sama dia (siswa) saya akui pak!!"

Kasek : "?????"

(True Story) Kisah tentang seorang gadis kecil

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”.

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat.

Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudian berkata: “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong, Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. "Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.

Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah…” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah: Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia.

Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.

boleh percaya boleh tidak

Pemilihan Huruf Pertama Nama
Adakah ia benar-benar related dengan sikap dan pribadi anda?

Pemilihan huruf pertama pada nama juga adalah penting.
Berikut sebagai sedikit panduan.

A : Ramah dan murah senyuman. Mereka juga pandai menyesuaikan diri dalam pergaulan selain bijaksana dan cerdas. Kelemahannya, sangat mudah berasa hati, dan mudah mengeluarkan kata-kata pedas ketika meluahkan perasaan marah. Meskipun begitu marahnya mudah reda.

B : Selalu tenang dalam menghadapi masalah yang rumit dan membahayakan dirinya adalah ciri penampilannya. Mereka juga sangat setia dan penyabar, yang menjadikannya amat disenangi dalam pergaulan. Kelemahannya, sangat mudah tersinggung.

C : Ramah dan pandai berbicara. Ini yang menjadikannya popular di kalangan rekan-rekan. Mereka tidak bersungguh dalam bertindak dan selalu menganggap masalah yang dihadapi adalah remeh.

D : Pendiam, bercakap hanya bila perlu. Sopan, berdisiplin dan kuat bekerja. Kelebihannya itulah yang menghasilkan kejayaan dalam mencapai cita-cita. Kelemahannya adalah selalu bimbang dan sukar mempercayai orang lain.
E : Pandai dan penuh pertimbangan dalam menjalankan tanggung jawab. Sikapnya periang bila hatinya senang, tetapi suka berdiam diri apabila hatinya gundah dan boleh membuatkan hati orang lain terluka.

F : Punya pendirian yang teguh, tidak mudah goyah dan keras kepala. Mereka juga sukar memaafkan. Tidak setia dan amat berhati-hati bila berbelanja.

G : Kerap murung dan bersedih hati. Pendiriannya mudah dipengaruhi. Tekun belajar ketika rakannya bermalas-malasan dan sebaliknya suka bermalas-malasan ketika rakannya sedang tekun.

H : Mudah simpati, bahasanya lemah-lembut. Tidak pernah melukai perasaan orang lain. Selalu tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan, suka berkhayal dan bercita-cita terlalu tinggi.
I : Suka memendam perasaan dan permasalahan. Mereka juga mudah merasa curiga dan cemburu terhadap orang lain. Suka menangis.

J : Ramah dan murah senyuman. Mereka juga pandai menyesuaikan diri dalam pergaulan. Mudah merasa ragu dalam membuat keputusan dan tidak tegas.

K : Pandai berjenaka. Hari-harinya sentiasa ceria walaupun perasaannya gundah. Kelemahannya suka bercerita rahsia sendiri.

L : Ramah dan pandai bergaul dan mempunyai ramai kawan. Tidak suka bergosip dan mencampuri urusan orang lain. Amat berhati-hati bila berbelanja.
Kelemahannya, tidak menepati masa.

M : Pandai dan kreatif, suka kelembutan dan jika dikongkong, mereka akan berontak. Senang dijadikan sahabat, kerana mereka tidak berkira. Kelemahannya, boros dan keras kepala.

N : Baik hati dan rapi dalam berpakaian.. Mereka suka menghulurkan tangan menolong orang lain tanpa memikirkan balasan. Kelemahannya, mudah bersedih hati dan kurang percaya diri
.
O : Serba boleh. Suka memendam perasaan dan permasalahan serta sukar mempercayai orang lain. Akibatnya ramai yang menggapnya sombong dan suka memilih teman.

P : Pandai berjenaka dan selalu ceria. Punya banyak idea dan sangat kretif. Sering melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain.. Agak pendendam dan boros.

Q : Setia dan mudah memaafkan orang lain. Suka meluangkan waktunya untuk kawan-kawan. Keras kepala, sukar diatur dan mudah emosi.

R : Pendiam dan bercakap hanya bila perlu. Tekun dengan kerja yang disukai dan bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita. Suka mengkritik. Dan sukar mengawal bicara ketika marah.

S : Pandai dan tekun dalam mengejar cita-cita. Tidak suka pada orang yang suka memungkiri janji. Kelemahannya mudah tersinggung selain sukar menahan emosi. Jika sudah emosi marahnya meledak-ledak.

T : Sangat berdisiplin. Selalu mengerjakan sesuatu menurut aturan buku. Tidak suka mengelamun atau bermalas-malasan. Suka menonjolkan diri selain senang gugup, terutama bila bersalah.

U : Suka berterus-terang dan menyendiri. Naif baginya merugikan orang lain. Tidak tahan dengan kritikan dan kurang pandai menyusun kata-kata jika berbicara didepan orang ramai.

V : Tutur katanya lembut dan pemalu. Pandai meyesuiakan diri. Selain itu, mereka juga pandai menguasai orang disekitarnya dengan cerita-cerita yang memikat. Tidak suka berterus terang.

W : Ramah dan mudah simpati. Sikapnya amat menawan. Punya toleransi yang tinggi dan ringan tangan. Keras kepala dan sukar diatur, tetapi hatinya boleh dilembutkan dengan kesabaran dan kelembutan.

X : Budi pekertinya halus. Suka melakukan pekerjaan sosial. Mudah tersinggung dan tidak akan berbaik dengan mereka yang menyinggungnya.

Y : Pendiam dan tidak suka menonjolkan diri. Ramai menganggapnya sombong walaupun sebenarnya mereka adalah sahabat yang baik. Tidak berani mengemukakan pendapat.

Z : Pandai berjenaka dan menyesuaikan diri dalam pergaulan. Suka disapa terlebih dulu dan gemar menonjolkan diri.







namanya kan MITOS,,, jadi boleh percaya atau kagak,,,,